Program Studi Pendidikan Biologi

Angkatan Biologi tahun 2011 Kunjungan ke Universitas Negeri Surabaya Piala-piala yang pernah didapatkan Salah Satu Gedung Perkuliahan P.Biologi Laboratorium FKIP PKL Mahasiswa  di Surabaya
Home » » Kesalahan sistem pendidikan buat Indonesia jadi pecinta impor

Kesalahan sistem pendidikan buat Indonesia jadi pecinta impor


Lemahnya daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia sudah menjadi rahasia umum. Hal ini terbukti dari masih bergantungnya pengelolaan sektor bisnis dalam negeri dengan pihak asing.

Masyarakat Indonesia terkenal hanya sebagai penikmat bukan pencipta. Pendiri Indonesia Heritage Foundation Ratna Megawangi menilai sikap ini sebagai akibat dari kesalahan sistem pendidikan di Indonesia.

Pasalnya, sekolah di Tanah Air hanya menitikberatkan pada pendidikan teori tanpa memfasilitasi kreativitas anak.

"Orientasi pendidikan hanya menghafal. Kita para orang tua juga guru lebih concern anaknya lulus UN," ujar Ratna dalam forum diskusi 'Fastering Enterpreuneurship Ecosystem in Indonesia' di Wisma Mandiri, Jakarta Selatan, Rabu (11/3).

Menurut Ratna, 90 persen dari soal-soal UN hanya menyangkut kemampuan daya ingat si anak. "Soal-soal UN 90 persen hanya menyangkut yang hanya untuk diingat," tuturnya.

"Sehingga kita sulit mempunyai daya pikir lebih tinggi, salah satunya kreativitas. Ini yang akan mengunci cara berpikir orang Indonesia dan dibawa hingga si anak dewasa," tambah Ratna.

Untuk itulah, Ratna menyebut jika sistem yang diterapkan di sejumlah sekolah dalam negeri telah menyandera otak kanan seorang anak.

"Anak-anak yang kreatif itu justru di usia sebelum mereka bersekolah. Karena mereka tidak ada tekanan-tekanan terstruktur yang dibuat oleh sistem dalam hal ini sekolah," jelasnya.

Ratna menambahkan, di usia anak 1 hingga 5 tahun mereka lebih berani gagal serta berani mencoba. "Begitu masuk sekolah, hal itu menurun. Anak menjadi takut mengambil keputusan, inisiatif karena takut salah karena ada sistem punishment yang diberikan sekolah," paparnya.

Karena ketakutan akan sistem yang ada itulah, tambah Ratna, etos kerja si anak ketika dewasa menjadi rendah. "Itulah mengapa etos kerja orang Indonesia rendah," pungkasnya.

Anda Pengunjung ke-

Pendidikan biologi bertumbuh dengan selalu mengimplementasikan upaya perbaikan dari hal kecil hingga urgen untuk menjadikan sebuah wadah pembelajaran yang pas dalam mencetak generasi-generasi yang unggul dalam persaingan pendidikan secara khusus di kota Palangka Raya.

Menjadi Program studi yang unggul dalam mempersiapkan dan menghasilkan tenaga pendidik yang profesional di bidang biologi.

1. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran Biologi secara efektif, menghasilkan tenaga kependidikan Biologi yang bermoral Pancasila, berkarakter, inovatif dan berdaya saing, serta mampu mengaplikasikan dan memanfaatkan IPTEKS dalam bidang biologi serta mampu beradaptasi terhadap situasi yang ada di masyarakat. 2.Meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga mampu memecahkan permasalahan di bidang pendidikan Biologi 3.Menjalin kerjasama dengan pemerintah, sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas layanan yang profesional dalam menjalin mitra kerja.

1. Menyiapkan tenaga pendidik di bidang Biologi yang memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan yang bertanggung jawab untuk menjadi tenaga kependidikan biologi yang profesional. 2. Meningkatkan tenaga profesional di bidang pendidikan biologi melalui pendidikan dan pembelajaran bidang biologi, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. 3. Menjalin kerjasama dengan pemerintah, sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas layanan yang profesional dalam menjalin mitra kerja yang baik melalui penelitian dan pengabdian pada masyarakat. .

Penanggung Jawab

Penanggung Jawab

Popular Article

Diberdayakan oleh Blogger.
-->